Kerinduan Tak Terlupakan


Waktu itu yang menjadikan sebuah momen dengan memiliki makna tersendiri

.

Malam ini dipenuhi oleh lantunan takbir yang sangat indah untuk didengarkan, malam yang penuh keberkahan, malam yang ditunggu-tunggu masyarakat yang mayoritasnya umat Islam yang hanya datang tiap setahun sekali. Anak-anak berlarian kesana kemari sambil tertawa, banyaknya petasan, satu per satu orang melantunkan takbir “Allahu Akbar… Allahu Akbar… Allahu Akbar, laa ilaahaillallahu Allahu Akbar, Allahu Akbar walillahilhamd..” Di malam ini pun perasaan yang dirasakan seseorang bermacam-macam bentuk adakalanya senang, sedih, dan mungkin biasa saja untuk menyambut hari esok. Sama halnya dengan diriku. Memang ada apa dengan hari esok?, apakah ada reward jika kita menyambutnya?

Hari esok merupakan hari raya besar kedua setelah Idul Fitri. Ia merupakan hari raya Idul Adha atau biasanya kita sebut dengan hari raya Qurban. Jika kita menengok sebuah sejarah yang mana dibalik hari raya tersebut memiliki sedikit kisah yang memilukan bahwasannya Nabi Ibrahim bermimpi yang mana harus mengorbankan putranya (Nabi Ismail) untuk disembelih atas nama tuhan-Nya. Yang dimana seorang ayah harus merelakan anaknya untuk disembelih. Sebegitu patuhnya pada Tuhan namun disisi lain harus merelakan putranya yang bisa dikatakan tidak memiliki kesalahan terhadap dirinya. Mungkin bagi masyarakat yang mendengarkan kisah tersebut terutama seorang ayah akan berpikir beribu-ribu kali atau bahkan melebihi dari itu untuk melakukan tersebut hanya atas nama Tuhan. Pasti yang berada dibenaknya “dimanakah hati nuraniku yang harus merelakan putraku hanya atas perintah Tuhanku?” jangankan seorang ayah, siapapun yang mendengar kisah tersebut akan berpikir demikian. Tapi apa yang terjadi penyembelihan tersebut ditukar dengan seekor domba.

Dari kisah tersebut dapat kita ambil atau petik hikmah bahwa hakikat manusia itu sama, yang membedakan hanyalah ketaqwaan seseorang terhadap tuhan-Nya. Sama halnya dengan kita. Lakukanlah dengan niat serta hati yang ikhlas karena dengan begitu kita akan mendapatkan hadiah terhadap apa yang diperintahkan oleh Tuhan. Tapi jangan sampai mengharapkan terlebih dahulu sebelum melakukan itu karena akan menjadi sebuah hal yang tidak baik. Setidaknya paling baik ketika kita ingin mengerjakan sesuatu cukup katakan “Saya melakukan ini ikhlas karena-Mu.”

137 Dilihat