Wahai Perempuan, Prioritaskan Berperan Bukan Baperan !


Berperan dan baperan mungkin merupakan dua kata yang terkesan hampir sama. Namun dalam hal pemaknaan tentu saja berbeda.
Bagi kita kaum perempuan seringkali mengedepankan perasaan, entah kita menyadarinya atau tidak. Sebenarnya tidak masalah jika kita menjadi mahkluk yang mudah baper

.

Wahai Perempuan, Prioritaskan Berperan Bukan Baperan !

 

Berperan dan baperan mungkin merupakan dua kata yang terkesan hampir sama. Namun dalam hal pemaknaan tentu saja berbeda.

Bagi kita kaum perempuan seringkali mengedepankan perasaan, entah kita menyadarinya atau tidak. Sebenarnya tidak masalah jika kita menjadi mahkluk yang mudah baper  tapi yang terpenting harus tetap dalam kendali dan jangan mudah mengikuti arus emosi diri begitu saja. Nah, kira-kira dengan apa kita bisa mengimbangi gelar baperan tersebut? Setidaknya kita mampu berperan. Baik berperan bagi diri sendiri maupun bagi lingkungan sekitar selama itu masih menebar manfaat.

Kita tak harus selalu berpacu pada peranan sebagai perempuan seperti apa yang dipercayai masyarakat pada umumnya. Kita bisa melakukan apapun selama kita mampu dan mau. Jangan sampai anggapan bahwa kita lemah membuat mudah menyerah. Yang katanya kita hanya punya tiga tugas dasar yaitu dapur, sumur, kasur memang benar akan tetapi kita masih bisa melakukan banyak  hal lainnya. Atau ada juga 3M yaitu macak, masak, manak (dandan, masak, melahirkan) di luar itu ada lagi yag bisa kita kerjakan bahkan sampai  10M lebih. Tergantung seberapa kuat tekad kita untuk bertindak dan berbuat kebaikan. Gunakanlah kebaperan kita dalam baper yang bermakna seperti simpati dan empatinya hati yang mendorong kita bergerak dalam peranan di masyarakat.

Setidaknya, sedikit demi sedikit kita bisa mengurangi kebiasaan buruk perempuan yang kurang lebih seperti ini :

  • Dipuji pipi merah embarassed
  • Dibenci langsung marahyell
  • Dicaci balik ngegibahundecided

Wah wah wah… parah, adakah yang demikian? 

Nah, untuk itu mari kita memeperbaiki diri kita sebagai perempuan !

~Usaha dulu baru leha-leha!

~Kerja dulu baru bermanja!

~Susah dulu tidak apa-apa baru bahagia!

“Jika baperan adalah takdir maka berperan adalah nasib, baik buruknya tergantung tinggi rendahnya usaha dan bijaksananya keputusan. Dan jika dilahirkan sebagai perempuan adalah takdir maka menjadi perempuan yang berperan  adalah nasib. Nasib atas terciptanya keajaiban oleh seorang perempuan . Apabila kita menerima pujian maka jangan seketika tersanjung dan terlena begitu saja, anggaplah yang demikian hanya sebuah kebetulan dan tetaplah  bersama pendirian. Sejatinya hidup kita hanya sebatas betul karena benar dan kebenaran hanyalah milik Tuhan”.

 

Sumber : pengalaman pribadi