Menulis Membebaskan dari Stres, Percaya?


Menulis bukanlah aktivitas yang tabu bagi semua orang. Semua pasti pernah menulis. Namun, percayakah Anda, bahwa ternyata menulis dapat membebaskan seseorang dari stres?

.

Menulis bukanlah aktivitas yang tabu bagi semua orang. Tidak ada orang yang tidak pernah menulis. Keseharian kita diisi dengan aktivitas ini, sehingga semua orang pasti pernah menulis. Setidaknya, menulis tugas sekolah atau laporan kerja. Jika tidak dengan pena, maka tentu dengan ketikan.

Nah, sekarang percayakah Anda bahwa menulis dapat membebaskan seseorang dari stress, depresi, bahkan penyakit psikologis lainnya?

Dilansir dari psikologikita.com, penelitian oleh Pennebaker dan Beal pada 1986 di Amerika telah menyebutkan bahwa kebiasaan menulis pengalaman hidup yang berharga dapat menurunkan masalah kesehatan. Dan untuk menulis dalam jangka panjang dapat menurunkan stres dan tekanan darah, meningkatkan imun tubuh, serta memengaruhi mood dan membuat seseorang lebih bahagia. Menulis juga dapat mengurangi tanda-tanda depresi.

Bagaimana ini bisa terjadi? Beberapa mengatakan bahwa menulis dapat melepaskan ketegangan (fungsi katarsis). Yang lain menyebutkan menulis bisa menghambat emosi muncul ke permukaan dan membuat orang memahami diri mereka dan tahu apa yang ingin mereka capai. Penelitian lain juga menyatakan bahwa menulis membuat orang lebih bisa beradaptasi dengan keadaan dan bisa berpikir positif.

Untuk mencoba kegiatan menulis sebagai terapi, lakukan dengan enjoy. Cukup sebentar tapi menikmati. Tuliskan apa saja yang ada dalam pikiran tanpa perlu mengkhawatirkan hasilnya. Bisa juga dilakukan di tempat yang sepi sambil minum teh dan melihat pemandangan sekitar. Jika tak memungkinkan, sekadar menulis pun tidak jadi soal. Lakukan setidaknya dua sampai tiga kali dalam seminggu.

Bagaimana? Sudah siap mengusir stres dengan mudah tanpa biaya?

 

Sumber:

psikologikita.com/terapi-menulis-untuk-kesehatan-jiwa

237 Dilihat