Kurma Ajwa Vs Obat-obat Kimia untuk Menurunkan Kadar Kolesterol Tinggi


Perbandingan antara obat-obat kimia dan kurma jenis ajwa dalam penurunan kadar kolesterol tinggi

.

 

   Tingkat kolesterol di Indonesia menurut dokter spesialis penyakit dalam dan jantung Djoko Maryono mencapai angka 25 dari 1000 orang yang meninggal dikarenakan oleh kolesterol. Angka tersebut tentunya tidak sedikit. Hal tersebut menyebabkan sebagian besar dari kita mencoba mencari apa saja yang menjadi gejala dari kolesterol tinggi. Namun perlu diingat bahwa penyakit kolesterol tinggi biasanya tidak memiliki gejala apapun. Maka dari itu, tes darah merupakan jalan satu-satunya untuk mendeteksi kadar kolesterol kita.

   Selama ini yang kita tahu bahwasannya untuk menurunkan kolesterol maka kita harus mengonsumsi obat-obat kimia seperti statin. Yang mana obat tersebut tidak boleh dikonsumsi tanpa resep dari dokter. Tak jarang orang-orang yang memutuskan untuk membeli ulang sendiri obat-obatan yang sudah habis, dengan alasan mereka ingin menghemat waktu dan tenaga agar tidak perlu pergi ke dokter. Lagipula, mereka merasa sudah hafal merk obat dan dosisnya. Namun, hal itu merupakan kesalahan yang sangat besar. Karena setiap obat penurun kolesterol memiliki efek samping yang berbeda-beda dan cara penggunaannya harus tepat.

   Obat untuk kolesterol wajib diminum sesuai dengan resep dokter karena obat ini tidak ditujukan untuk semua orang. Ada beberapa jenis obat penurun kadar kolesterol yang tidak boleh dikonsumsi oleh ibu hamil. Jenis obat yang dimaksud yaitu Satin dan beberapa jenis obat penurun kolesterol lainnya. Menurut Antonio M. Gotto Jr., MD, seorang profesor kedokteran di Weill Medical College of Cornell University di New York, statin dan obat penurun kadar kolesterol lainnya juga tidak dianjurkan untuk wanita yang sedang berada pada usia subur. Selain itu obat ini juga tidak dianjurkan pada orang yang beresiko rendah untuk mengalami stroke dan serangan jantung.

   Karena banyak sekali pantangan dari obat kimia penurun kadar kolesterol, ada baiknya kita mencari alternatif lain yang aman dan tidak memiliki efek samping. Apakah anda mengenal jenis Kurma Ajwa? Kurma Ajwa (Phoenix dactylifera) berasal dari kota madinah di dataran tinggi dekat Nejed, Saudi Arabia. Kurma Ajwa memiliki julukan ‘Kurma Nabi’ karena ditanam oleh Nabi Muhammad SAW dan disebutkan dalam hadits nabi. Selain itu kandungan kurma ajwa ini juga memliki banyak manfaatnya, yaitu seperti glukosa, fruktosa, sukrosa, protein, vitamin A, vitamin C, vitamin E,

   Di dalam Islam terdapat anjuran untuk mengonsumsi kurma Ajwa sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW yang berbunyi, “Barang siapa makan 7 buah kurma Ajwa di antara dua tanah tak berpasir Madinah pada waktu pagi, maka racun tidak akan membahayakannya sampai sore hari.” (Sahih Muslim No.3813). Dari sabda Nabi di atas menunjukkan bahwa khasiat yang dimiliki kurma Ajwa tidak main-main.

   Kurma mengandung asam ferulik, flavonoid, sterol, karoten, antosianin, mineral dan vitamin. Ekstrak kurma dapat meningatkan kadar paraoxonase, yaitu enzim yang dapat berikatan dengan Lipoprotein Densitas Tinggi (HDL) yang berfungsi untuk mentransfer kolesterol dari jaringan kembali ke hati sehingga dapat mengurangi kadar kolesterol yang menumpuk di dinding pembuluh darah. Selain itu, kurma juga megandug senyawa phytosters yang berfungsi untuk mencegah absorbsi kolesterol dalam usus kemudian mengeluarkannya melalui feses. Dengan begitu, kadar kolesterol dalam tubuh dapat terkurangi.

    Itulah tadi pemaparan dari pengaruh obat kimia jika dibandingkan dengan kurma Ajwa dalam proses penurunan kadar kolesterol. Jadi manakah yang anda pilih? Tetap mengonsumsi obat-obatan kimia atau beralih pada obat alternatif yaitu kurma Ajwa? Semua keputusan ada pada diri anda sendiri, mana yang terbaik anda sendiri yang bisa menilai. 

 

 

Sumber :

Nafiah, Farihatun., Lusiana, Nova. 2017. Pengaruh Ekstrak Daging Buah Kurma Ajwa (Phoenix dactylifera) Terhadap Hitung Jenis Monosit Mencit (Mus musculus) Bunting.