Kamu Sedang Sakit? Jangan Cemas, Bersyukurlah


Buat kamu yang sedang sakit, jangan sedih atau cemas. Kamu justru harus lebih bersyukur. Kenapa? Ternyata, sakit punya hikmah juga, seperti berikut ini.

.

Setiap orang pasti pernah merasakan sakit. Bahkan, Rasulullah yang adalah manusia terbaik dan terjaga dari dosa pun pernah sakit. Ini karena tubuh manusia yang lemah dan bisa dikenai bakteri atau virus dari lingkungan sekitar. Jika kamu sedang sakit, atau kalau kelak terkena suatu penyakit, jangan sedih atau cemas. Bersyukurlah atas hadirnya penyakit itu.

Loh, sakit kok malah bersyukur? Tentu saja, karena dalam sakit itu sebenarnya ada banyak hikmah, loh. Apa saja itu?

1. Menjadi kebaikan bagi muslim jika bersabar

Bagi orang Islam yang sabar dengan cobaan berupa penyakit, maka penyakit itu akan mendatangkan kebaikan baginya. Sebagaimana sabda Rasulullah, “Sungguh menakjubkan perkara seorang mukmin, sesungguhnya semua urusannya merupakan kebaikan, dan hal ini tidak terjadi kecuali bagi orang mukmin. Jika dia mendapat kegembiraan, maka dia bersyukur, dan itu merupakan kebaikan baginya, dan jika mendapat kesusahan, maka ia bersabar dan ini merupakan kebaikan baginya.” (HR. Muslim)

2. Sakit akan cepat sembuh dengan sikap positif

Bersyukur dapat menghasilkan energi positif dalam diri. Dalam dunia kedokteran, banyak pasien yang dapat bertahan hidup lebih lama karena dia lebih bahagia dalam hidup, bukan karena kecanggihan alat atau mujarabnya obat yang diminum saja. Jadi, dengan terus bersyukur dan menghidupkan sikap positif, sakit yang kamu derita bisa lebih cepat sembuh.

3. Bagi muslim, sakit adalah penggugur dosa

Khusus untuk muslim, penyakit adalah salah satu peluang Allah memberikan pengampunan atas dosa-dosa yang pernah diperbuat dengan seluruh anggota tubuh. Sebagaimana Rasulullah bersabda, “Tidaklah menimpa seorang mukmin rasa sakit yang terus-menerus, kepayahan, penyakit, dan juga kesedihan yang menyusahkannya, melainkan akan dihapuskan dengannya dosa-dosanya.” (HR. Muslim)

4. Sakit sebagai media untuk istirahat

Teruslah berpikir positif dalam kondisi terburuk sekalipun. Jangan menghujat makanan yang membuat sakit, atau teman yang menularkan penyakit. Ada baiknya justru beristirahat agar cepat sembuh. Dengan sakit, mungkin Tuhan ingin kamu beristirahat sejenak dari aktivitas dunia. Mungkin, di hari-hari biasa, tidurmu kurang, atau asupan makananmu kurang bergizi. Ketika sakit, kamu bisa memperbaiki pola tidur dan pola makan supaya lebih kuat menjalani hari-hari ke depannya.

5. Sarana introspeksi diri

Kita tidak akan diberi cobaan di luar kemampuan kita. Jadi, teruslah bersabar sambil introspeksi diri. Mungkin, selama ini banyak kesalahan yang kita perbuat pada orang-orang, banyak maksiat pada Tuhan semesta alam, atau kita sering menyakiti kedua orang tua. Sakit juga bisa datang dari kesalahan-kesalahan itu. Daripada mengeluh, ada baiknya kita muhasabah diri, cermati apa yang salah dan perbaiki kesalahan itu. Ini lebih menguntungkan daripada sedih berkelanjutan karena sakit yang diderita.

6. Sakit bukan penghalang untuk berkarya

Berapa banyak orang yang harus bolak-balik ke rumah sakit untuk kontrol, tetapi mereka tetap semangat berkarya? Coba tengok penulis ternama Pipit Senja, yang memiliki thalasemia, tapi justru jadi produktif menulis. Coba lihat pasien-pasien di rumah sakit, mereka banyak yang tetap kuliah dan bekerja demi keluarga. Jadi, sakit bukanlah penghalang untuk tetap berkegiatan, selama masih kuat dan mampu. Kalaupun tak mampu keluar rumah, di dalam rumah pun kita bisa tetap berkreasi. Lagipula, zaman sekarang semua bisa dikerjakan secara online, jadi tidak perlu takut untuk ketinggalan informasi karena tidak keluar rumah.

 

Nah, itu dia beberapa hikmah dari sakit. Jangan takut dan cemas, karena penyakit pasti ada obatnya. Bahkan, kanker yang dulu belum ditemukan obatnya, kini mulai ditemukan. Jangan lupa untuk tetap berdoa meminta kesembuhan pada Tuhan yang Maha Esa. Semoga cepat sembuh, ya! []