Suka Duka Anak Kos yang Perlu Kamu Syukuri


Kamu anak rantau? Jangan banyak bersedih karena jauh dari orang tua, justru harus banyak-banyak bersyukur. Kenapa? Simak alasannya berikut ini.

.

Sewaktu masuk kuliah atau mulai bekerja, kita akan merasakan jadi anak kos, atau beberapa memilih jadi anak asrama. Terlepas dari itu, jiwa anak-anak mulai mendewasa karena harus tinggal jauh dari orang tua. Meski begitu, kadang ada sisi lain diri yang merasa iri dengan anak-anak yang tetap bisa tinggal dekat dengan orang tuanya karena kota tempat studi tidak jauh, atau bahkan satu kota sehingga tak perlu merantau.

Jangan buru-buru iri, Gengs. Ternyata, ada suka duka jadi anak rantau yang harus kamu syukuri, karena jadi anak yang dekat dengan orang tua juga nggak selamanya seindah bayanganmu, loh. Apa aja, tuh?

 

1. Anak rantau lebih mandiri mengambil keputusan

Walau untuk keputusan besar harus selalu meminta pertimbangan orang tua, apalagi kalau berurusan dengan keuangan, anak rantau terbilang lebih leluasa mengambil keputusan untuk urusan-urusan kecil. Contohnya seperti pulang kuliah pukul berapa, ikut organisasi apa saja, atau mau pergi ke mana dengan teman-teman satu kos atau satu kampus. Tidak adanya orang tua membuat tidak ada pertanyaan, “Mau pergi ke mana? Pulang jam berapa? Habis ngapain di kampus?” dan lain sebagainya. Ini harus kamu syukuri dengan cara tidak menyalahgunakan kepercayaan orang tuamu. Berbaktilah pada mereka dengan bersungguh-sungguh menuntut ilmu atau meraih tujuan jika kamu sedang bekerja.

2. Homesick membuatmu lebih menghargai peran orang tua

Terkadang, kita baru sadar berharganya sesuatu kalau itu sudah jauh dari kita. Sama seperti orang tua. Kita baru sadar betapa pentingnya keberadaan orang tua selama ini, sewaktu sudah merantau dan jauh dari mereka. Pasti ada waktu ketika anak kos rindu banget sama orang tua dan ingin pulang, tapi belum ada waktu atau bahkan kehabisan uang buat beli tiket. Syukurilah keadaan ini, Gengs, karena ini membuatmu lebih sayang sama orang tua. Nanti, kalau sudah sukses, bahagiakan orang tua saat pulang ke kampung halaman. Barangkali, teman-temanmu yang tidak merasakan pahitnya jauh dari orang tua, tidak selalu mengerti betapa berharganya posisi mereka di hidupnya.

3. Nggak ada waktu berleha-leha buat anak rantau

Kalau kamu anak rantau dan masih suka hore-hore dengan uang kiriman orang tua, segera pikirkan lagi kebiasaanmu itu. Tinjau ulang apa tujuan utamamu merantau. Bukan hanya untuk menyelesaikan studi, tapi juga untuk membanggakan orang tua. Kalau bisa, sesegera mungkin dapat kerja. Kalau sudah kerja, sesegera mungkin kumpulkan uang dan kirim ke orang tua. Persiapkan usaha agar bisa pulang ke tanah kelahiran. Bukannya justru membuang-buang waktu untuk hal yang tidak bermanfaat. Ingat, orang tua menunggumu dengan sejuta doa, Gengs.

4. Merantau bisa menguatkan mental dan mengokohkan prinsip

Tanpa bimbingan orang tua, kita pasti pernah merasa hilang arah, bimbang, kalut, atau bahkan terseret arus teman-teman. Bahkan, saat dekat dengan orang tua saja, hal ini bisa terjadi, apalagi jauh. Maka, ini cobaan yang harus kamu syukuri, sambil terus memetik pelajaran supaya prinsipmu lebih kuat lagi menghadapi dunia yang kejam ini. Jika akhirnya butuh nasihat orang tua, jangan sungkan untuk menghubungi mereka. Telepon mereka seminggu atau dua minggu sekali, untuk menenangkan kekhawatiran dan mengobati rindu mereka padamu.

5. Anak rantau nggak capek buat PP

Umumnya, anak-anak yang tinggal dekat dengan orang tua harus pulang-pergi ke kampus, dan jaraknya tidak selalu dekat. Ada yang harus menempuh perjalanan sejam, bahkan dua jam untuk pergi ke kampus. Pulang malam-malam, berangkat lagi subuh-subuh. Semua dilakukan demi dua hal: sukses di kampus plus dapat rida orang tua. Namun, apa boleh dikata jika kampus sudah terlampau jauh, maka orang tua harus merelakan buah hatinya tinggal di kos-kosan, meski menambah biaya. Jadi, buat kamu anak rantau, bersyukurlah karena nggak perlu capek-capek menempuh perjalanan pulang-pergi seperti itu, apalagi kalau jarak kos dekat dengan kampus atau instansi kerja.

Nah, itu dia beberapa suka-duka yang harus kamu syukuri kalau kamu anak kos atau anak rantau. Sejatinya, semua takdir kita adalah juga hasil dari pilihan kita. Jadi jangan berkeluh kesah dan bersedih hati dengan masalah-masalah yang merintangi di tengah jalan menempuh pilihan itu. Sebaliknya, banyak-banyaklah bersyukur supaya Tuhan menambah nikmat-Nya untukmu. []