BERI MATERI PKKMB UNUSIDA, GUS MUHDLOR TAJAMKAN JIWA KEPEMIMPINAN


jiwa kepemimpinan menurut gus mudhor

.

Pemimpin yang besar adalah pemimpin yang mampu mengejahwantakan suatu realitas menuju progresifitas, prinsip pemimpin mampu dideskripsikan sesuai dengan 5 Rukun Islam sebagai dimensi dalam melahirkan dan merealisasikan kepentingan bersama untuk kesehjateraan umat. konsep Kepemimpinan dalam prespektif Islam disampaikan oleh Ahmad Muhdlor Ali S, IP atau yang biasa disebut Gus Muhdlor dalam Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) 2019 di Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo, Selasa (4/9).

Putra KH. Agus Ali (Pengasuh Ponpes Bumi Sholawat) ini yang juga sebagai Direktur Pendidikan Sekolah progresif Bumi Sholawat menjelaskan bagaimana menjadi pemimpin yang berintegritas. Yang mampu mendefinisikan suatu realitas, serta mampu melahirkan kebijakan yang bermuara pada kebermanfaat umat. Dimana seorang pemimpin harus memiliki antara lain : jiwa visioner, Berintegritas, bisa bekerjasama, positif thinking, terbuka untuk perubahan, berani memilih, tanggung jawab,Jujur, dalam membawa semua pada kemajuan, dan rendah hati.

Di hadapan Ratusan lebih Mahasiswa baru Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo, ia menegaskan dan menajamkan bagaiamana mahasiswa-mahasiswi maupun pemuda bisa mampu berproses yang bersungguh dalam mengaktualisasikan ide-ide maupun gagasan-gagasan kreativnya dalam pembangunan berkelanjutan untuk lingkunganya.

Sidoarjo membutuhkan pemuda-pemuda visioner, pemuda-pemuda berani untuk prestasi-prestasi Kabupaten Sidoarjo dalam berinovasi mempercantik wilayah-wilayah yang semula kumuh dan terpinggirkan, dan melahirkan solusi atas segala kesenjangan yang terjadi. Itu tidak lepas juga dari peran semua pihak khususnya perguruan tinggi di wilayah Sidoarjo. Seperti halnya peran serta Unusida dalam kesuksesan Pembangunan Daerah.

“Unusida harus menjadi salah satu perguruan tinggi yang tetap konsisten memberi kontribusi dalam perkembangan Kabupaten Sidoarjo,” ungkapnya disambut tepuk sorai mahasiswa baru.

Pemuda harus diwadahi, pemuda harus difasilitasi, bahwa Pemuda khususnya mahasiswa tidak hanya sekedar belajar dari sisi akademis. Namun mahasiswa harus juga mendapatkan semua proses pengalaman dari keadaan dan generasi sebelumnya. Dengan begitu kesinambungan antara generasi akan terjalin. “Apa yang didapat dalam segala proses penempaan keilmuan itu nantinya harus bisa kalian aplikasikan dalam masyarakat,” jelasnya.

Menurut Gus Muhdlor, perguruan tinggi adalah aset bersama yang harus dikelola agar dampaknya bisa bermanfaat bagi pemerintah dan masyarakat. Karena tidak bisa dipungkiri kalau kontribusi, ide-ide cerdas dan inovasi-inovasi yang luar biasa sebagian besar lahir dari kalangan pemuda, terutama kaum akademisi atau mahasiswa.

253 Dilihat