Teori big bang


Big bang atau ledakan besar adalah nama teori yg kini paling diakui menjelaskan kelahiran segala sesuatu

.

Big bang atau ledakan besar adalah nama teori yg kini paling diakui menjelaskan kelahiran segala sesuatu; atom, cahaya, gravitasi, dan waktu itu sendiri. Namun nama big bang tidak sepenuhnya akurat, alam semesta tidak bermula dg diiringi bunyi dentuman "bang" (saat itu bahkan bunyi belum ada) maupun ledakan besar (api dan zat jg belum ada saat itu).
Masih bingung? Beginilah kisah panjang tentang bagaimana alam semesta bermula menurut para ilmuwan.

PADA AWALNYA, dahulu sekali bahkan waktu pun belum ada. Demikian juga ruang. Lalu dalam ketiadaan ini ada satu bintik super panas yg mengandung semua bahan mentah alam semesta, terpadatkan menjadi satu titik yg ribuan kali lebih kecil dibanding titik yg ada pada huruf "i" kecil yg ada di kalimat ini. Disebut "singularitas", bintik itu bahkan mungkin lebih kecil dibanding atom, satuan dasar zat (namun singularitas bukan atom, karena atom belum ada saat itu).

SEPERTRILIUN DARI SEPERTRILIUN DETIK KEMUDIAN, mendadak singularitas yg sangat panas dan rapat itu berlipat dua ukurannya, lalu berlipat dua lagi, lalu lagi, setidaknya 90 kali dalam proses yg dikenal sebagai inflasi. Inilah "ledakan" dalam big bang, dan ukurannya terus bertambah besar. Lejitan pertumbuhan ini mengembang lebih cepat daripada kecepatan cahaya, melanggar hukum fisika. Segala sesuatu di alam semesta "meledak" menjadi ada, namun ketika itu alam semesta sekedar gumpalan panas tak berbentuk.

SATU DETIK KEMUDIAN, inflasi berakhir sepersejuta detik setelah big bang dimulai. Pengembangan alam semesta melambat dan suhu mendingin. Alam semesta yg baru lahir dan berusia satu detik sudah mengandung gaya-gaya dasar di alam, termasuk gravitasi yg menjaga kakimu di tanah dan gaya magnet.

TIGA MENIT KEMUDIAN, semesta terus mengembang. Proton, neutron, dan elekron (komponen-komponen mungil atom) bertumbukan dan berinteraksi membentuk kabut super panas, namun gumpalan ini masih terlalu panas bagi terbentuknya atom (atau bahkan bagi terbentuknya cahaya).

400 RATUS RIBU TAHUN KEMUDIAN, gumpalan panas sudah cukup mendingin bagi elektron-elektron subatomik utk bergabung dg proton dan neutron membentuk atom-atom hidrogen, unsur paling umum di alam semesta dan zat penyusun bintang. Kabut itu menipis sehingga cahaya akhirnya bisa memancar, namun alam semesta masih tetap tanpa bintang yg bisa menciptakan cahaya. Semesta masih mengembang dalam kegelapan.

400 JUTA TAHUN KEMUDIAN, gravitasi perlahan menarik awan kosmik hidrogen dan helium, menggabungkan mereka membentuk bintang-bintang pertama. Berakhirlah zaman kegelapan semesta. Bintang-bintang menggugus dan membentuk galaksi, termasuk galaksi bimasakti kita.

6 MILYAR TAHUN KEMUDIAN, bintang-bintang pertama mati dan mengeluarkan unsur-unsur berat yg akhirnya membentuk bintang-bintang dan planet-planet baru.

13,8 MILYAR TAHUN KEMUDIAN (SAAT INI), seluruh zat dan energi tercipta dalam big bang terus mengembang hingga kini. Bintang-bintang baru terus terbentuk dari awan gas, bintang-bintang tua mati dan mengeluarkan awan-awan berdebu yg dikenal sebagai nebula. Planet mengelilingi bintang, bintang mengelilingi pusat galaksi, dan galaksi menari-nari bersama. Di salah satu sudut terpencil di galaksi bimasakti, telah muncul manusia yg bertanya-tanya tentang alam semesta. Bertanya tentang bagaimana alam semesta bermula; "how did the universe begin?".

Namun kisah ini masih belum usai, dan masih akan terus berlanjut.

Sumber: National Geographic

47 Dilihat